Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan, penyaluran Kredit Komersial Rakyat (KUR) harus tepat sasaran dan menjadi tanggung jawab bank penyalur maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah penerima pembiayaan. Pengumuman tersebut disampaikan saat peluncuran proyek Kumitra di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20-11-2011).
Menteri Maman mengatakan, masih banyak pengusaha mikro yang mengalami kendala keuangan akibat rendahnya disiplin dan literasi keuangan. Ditegaskannya, bantuan finansial perlu dibarengi dengan pendampingan sehingga menghasilkan pengembangan usaha yang nyata. “Program Kumitra bertujuan untuk memperkuat kemitraan dengan usaha mikro dan mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola uang untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Selain meminta pertanggungjawaban UMKM dalam memanfaatkan dana KUR secara optimal, Maman juga mengingatkan lembaga keuangan untuk mengalokasikan KUR sesuai aturan, termasuk syarat pinjaman Rp100 juta harus tanpa jaminan. Dia mengatakan, kekhawatiran perbankan terhadap kemampuan membayar pelaku usaha kerap menjadi alasan ditolaknya pengajuan KUR. “Pemerintah memberikan subsidi bunga kepada bank penyalur KUR. Bank tersebut bertugas mengalokasikan sebagian subsidi untuk bantuan dan pembinaan,” ujarnya.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai lembaga yang berwenang dalam penyaluran KUR memastikan proses pengalokasiannya transparan dan sesuai aturan. Maman menegaskan, tidak segan-segan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar aturan. Ia juga meminta para bupati lebih proaktif dalam merekomendasikan UMKM melalui instansi terkait yang berhak menerima KUR. “Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi menjadi jembatan komunikasi antara UMKM dan Bank Penyalur KUR,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kemampuan 4,2 juta UMKM di wilayahnya. Jawa Tengah menjadi provinsi penerima manfaat KUR terbanyak pada tahun 2025, dengan total sebesar Rp41 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 791.000 usaha kecil, menengah, dan mikro. “Pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Jawa Tengah membantu memperkuat perekonomian nasional dan mengurangi pengangguran,” kata Gubernur Lusfi.
Kegiatan Kumitra di Semarang juga mencakup bantuan KUR dan non-KUR yang diberikan oleh BPD Jateng, PNM, BSI, BNI, Mandiri, Pegadaian dan Jamkrindo, serta bantuan perbaikan alat produksi yang diberikan oleh retailer Alfamart kepada beberapa pengusaha mikro.
Review Film
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terkini
review anime
Gaming Center
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan

