wakil menteri koperasi Farida Fariza Menekankan bahwa pemerintah memandang koperasi sebagai poros pembangunan ekonomi desa. Hal itu ia sampaikan pada Leadership Conference 2026 Tentara Nasional Indonesia Rabu, 11 Februari 2026 di Jakarta.
Farida menjelaskan di hadapan para petinggi bahwa Program Kerjasama Kopdes/Krullahan (Kopdes) merupakan bagian dari Rencana Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden. Prabu Subianto. Ia mengatakan, rencana tersebut bertujuan untuk mengembalikan arah pembangunan kepada prinsip ekonomi kerakyatan yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945.
“Presiden berharap masyarakat desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama dan peserta perekonomian. Koperasi adalah alat yang paling tepat,” kata Farida.
Ia berpendapat, liberalisasi ekonomi selama beberapa dekade terakhir telah memusatkan kendali atas sumber daya di tangan segelintir pelaku usaha. Masyarakat pedesaan dengan basis sumber daya alam yang asli belum dapat menikmati nilai tambah secara optimal. Pemerintah berupaya memutus rantai pasokan melalui Kopdes Merah Putih, mengurangi biaya ekonomi yang tinggi dan memastikan keuntungan ekonomi kembali ke desa-desa.
Kementerian Koperasi berencana mendirikan lebih dari 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan. Setiap koperasi dirancang sebagai pusat bisnis tingkat desa dengan lima outlet utama: sembako, klinik desa, unit simpan pinjam, apotek desa, dan kantor koperasi. Selain itu, terdapat unit pergudangan yang dilengkapi dengan fasilitas logistik dan cold storage untuk menunjang komoditas berkualitas tinggi seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Toko-toko ini memenuhi kebutuhan pokok masyarakat desa. Pergudangan menjadi kunci agar potensi desa tidak dijual begitu saja tanpa nilai tambah,” kata Farida.
Ia juga mengatakan koperasi pedesaan akan berfungsi sebagai saluran distribusi resmi untuk komoditas bersubsidi seperti LPG, pupuk dan makanan untuk mengurangi kebocoran dan memastikan distribusi yang akurat. Pemerintah berharap program ini secara bersamaan akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperlambat urbanisasi, termasuk mengurangi pengangguran terdidik di pedesaan.
Untuk menjamin tata kelola, kementerian mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih (SIM Kopdes) dan pusat komando berdasarkan data real-time. Seluruh lembaga mitra dan kegiatan usaha dicatat dalam sistem ini dan dapat dipantau di semua tingkatan oleh manajemen, pemerintah daerah, dan kementerian.
Farida mengucapkan terima kasih kepada TNI AD atas dukungannya dalam membantu pembangunan fisik dan penguatan lembaga Kopdes di berbagai daerah. Ia berharap kolaborasi lintas lembaga ini dapat mempercepat rencana tersebut dan memastikan dampak ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Desa akan sejahtera bila potensinya dikelola secara profesional dan transparan,” kata politikus itu. pesta kebangkitan nasional Itu.
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch
