IFEX 2026 mendorong ekspor furnitur dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global

IFEX 2026 mendorong ekspor furnitur dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global

pameran Pameran Furnitur Internasional Indonesia (IFEX) 2026 Indonesia Conference and Exhibition (ICE) yang digelar di BSD City, Tangerang (5-8 Maret 2026) dinilai menjadi motor penggerak penting dalam memperkuat posisi industri furnitur Indonesia di pasar internasional. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor furnitur menyumbang sekitar 12,2% dari industri kerajinan nasional.

Di tengah berkembangnya peluang pasar global, perkiraan riset pasar bersama Pasar furnitur dunia diperkirakan akan bernilai lebih dari US$840 miliar pada tahun 2034, meningkat dari US$556,3 miliar pada tahun 2023, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 4%. Indonesia, sebagai salah satu pemain kunci di industri furnitur, diharapkan dapat memanfaatkan tren pertumbuhan ini untuk meningkatkan nilai ekspor.

menteri perindustrian Agus Gumiwan KatasasmitaPernyataan Dirjen Industri Pertanian Putu Julius ArdikaIndustri manufaktur terus tumbuh secara stabil dalam tiga tahun terakhir, dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 5%, dan merupakan kontributor penting bagi perekonomian. juga menyoroti nilainya Nilai tambah manufaktur PDB Indonesia mencapai US$265,07 miliar, tertinggi di kawasan ASEAN.

Ia mengatakan pemerintah terus memberikan berbagai dukungan kepada industri furnitur, mulai dari kemudahan bahan baku, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas dan kemampuan produksi, hingga pengembangan sentra industri furnitur kecil dan menengah.

Presiden Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Hinkie), Abdul Soboloptimistis industri furnitur nasional akan terus tumbuh dengan target ekspor US$6 miliar dalam lima tahun ke depan. Ia mengatakan, peluang pasar tidak hanya ada di Amerika Serikat dan Eropa, tapi juga di Timur Tengah dan Afrika.

Sebagai pameran B2B terbesar di kawasan ini, IFEX merupakan platform penting bagi produsen untuk bertemu langsung dengan pembeli internasional. Pameran tahun ini akan diadakan pada Konvensi dan Pameran Indonesia BSD City Luasnya sekitar 85.000 meter persegi, sehingga mampu menampung lebih banyak peserta dan kualitas produk furnitur lebih baik.

Direktur Utama Diandra Propetindo, Daswar Mapangmengatakan bahwa venue baru ini memungkinkan pihak penyelenggara menghadirkan pengalaman pameran yang lebih luas dan modern kepada pengunjung.

Pada saat yang sama, Presiden Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asefi), Mohsin RijanPenilaian menilai IFEX ini telah dipersiapkan dengan baik dari segi tampilan pameran dan fasilitas usaha. “Saat saya masuk, saya melihat penampilan dan persiapannya sangat bagus, dan pengunjung juga sangat sibuk. Saya berharap perkiraan pasar akan meningkat.” Dia berkata.

Muchsin menambahkan, banyak aspek penyelenggaraan IFEX yang dapat menjadi masukan bagi perkembangan pameran kerajinan, antara lain inacraftSerta memberikan peluang kolaborasi antar penyelenggara untuk memperluas promosi produk kreatif Indonesia di pasar global.

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *