JIFFINA 2026 memperkokoh posisi furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar global

JIFFINA 2026 memperkokoh posisi furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar global

Yogyakarta Indonesia International Furniture and Crafts Fair (JIFFINA) 2026 kembali diselenggarakan sebagai ajang strategis yang memadukan tradisi kerajinan berbasis ciri khas lokal dengan tren industri furnitur dan kerajinan serta perkembangan jaringan pasar global. Pameran yang digelar di Yogyakarta Expo Center Bantur Bangontapan ini menjadi motor penggerak penting bagi pelaku industri untuk memperluas aksesnya ke pasar internasional.

Pada Sabtu (3/7), Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Ni Made Dwipanti Indrayanti membacakan pidato Gubernur DIY pada pembukaan JIFFINA 2026 yang mengatakan bahwa pameran tidak hanya menjadi ruang transaksi bisnis, tetapi juga forum yang mengintegrasikan tradisi lokal dengan dinamika industri global.

“JIFFINA di satu sisi memberikan ruang bagi karya-karya yang berakar pada identitas lokal. Di sisi lain, memberikan eksposur kepada pembeli internasional, tren desain global, dan praktik bisnis yang membutuhkan profesionalisme tingkat tinggi,” kata Ni Made.

Menurutnya, memasuki penyelenggaraannya yang kesepuluh, tema JIFFINA 2026 adalah “Satu visi selama sepuluh tahun, sumber yang tepat untuk produk gaya hidup ekologis.” Tema ini menekankan pentingnya produk furnitur dan kerajinan yang tidak hanya unggul dalam desain dan fungsionalitas, namun juga fokus pada kelestarian lingkungan dan penggunaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Ni Made menilai Indonesia memiliki keunggulan karena tradisi kerajinannya bersumber dari kedekatan manusia dengan alam. Tantangannya, kata dia, adalah menerjemahkan nilai-nilai tradisional tersebut ke dalam sistem produksi modern yang transparan, terukur, dan sesuai standar internasional.

Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, industri mebel dan kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai penggerak perekonomian tetapi juga bagian dari ekspresi budaya masyarakat. Menurutnya, setiap produk berisi cerita tentang keterampilan, komunitas, dan cara masyarakat memaknai keberlanjutan.

Namun, dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, pelaku industri tidak lagi cukup hanya berperan sebagai pemasok. Industri kerajinan tangan perlu memperkuat desain dan pengendalian merek serta mempertahankan standar kualitas produk yang konsisten.

Senada, Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas, Kebudayaan dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan tradisi material, teknologi produksi dan desain yang memimpin pasar global. Industri furnitur dan kerajinan dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menambah nilai ekspor negara.

Namun, ia mengingatkan bahwa pasar global kini menuntut produk yang tidak hanya memiliki daya tarik visual tetapi juga nilai keberlanjutan, ketersediaan bahan baku, inovasi desain, dan kisah di balik proses produksi.

“JIFFINA merupakan ruang penting yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan peluang pasar bagi para pelaku industri furnitur dan kerajinan,” kata Yuke.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada Januari hingga November 2025 didominasi oleh subsektor fesyen yang mencapai US$16,37 miliar, disusul subsektor kerajinan tangan yang mencapai US$12,03 miliar. Capaian tersebut menjadikan kerajinan menjadi penyumbang ekspor terbesar kedua bagi ekonomi kreatif.

Melalui pameran ini, pemerintah mendorong penguatan ekosistem industri kreatif, mulai dari desain dan pengembangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar global bagi usaha kerajinan.

Yuke berharap JIFFINA 2026 dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas jaringan usaha dan membuka peluang kerja sama baru. Selain itu, pameran ini juga diharapkan semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai pusat furnitur dan kerajinan berkualitas kelas dunia.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *