Jakarta, 22 Juli 2024 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Grab untuk meningkatkan kemampuan atraksi dan fasilitas suatu destinasi wisata.
Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf Tenaga Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya menjelaskan dalam acara “Pengarahan Mingguan Sandi Uno” yang digelar dalam format hybrid di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (22/7/2024). bahwa untuk meningkatkan daya tarik dan fasilitas pariwisata suatu destinasi memerlukan kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Industri Parekraf tidak bisa berdiri sendiri, harus bersinergi,” kata Nia Niscaya.
Nia menjelaskan, tahun ini BCA kembali berkomitmen dalam membangun dan mendampingi desa.
TUR ADWI 2024.
Selama periode penerapan ADWI 2021-2023, BCA telah memberikan bantuan kepada 15 desa wisata, antara lain Desa Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, Desa Wisata Budaya Saba Baduy di Lebak, Jawa Barat, Desa Wisata Heritage Gunung Padang di Zhanyu, Jawa Barat, dan Semen Desa Wisata di Blitar, Jawa Timur dan Desa Wisata Pahawan di Lampung.
Lalu ada Desa Wisata Dayun di Siak Riau, Desa Wisata Silokek di Sijunjung, Sumatera Barat (desa wisata binaan Bakti BCA), Desa Wisata Kampung Warna Warna Tigarihit di Simalungun, Sumatera Utara, Desa Wisata Kampung Melayu di Pontianak (Benua Melayu Laut), dan desa wisata Malanga di Toritori, Sulawesi Tengah.
Selain itu, ada Desa Wisata Edelweiss Wonokitli di Jawa Timur, Desa Wisata Prai Ijing Tebara di NTT, Desa Wisata Kakaskasen Dua di Tomohon, Sulawesi Utara, dan Desa Wisata Terong di Pulau Belitung serta Desa Wisata Desa Adat Nagari Sijunjung di Sumatera Barat .
Nia mengatakan, “Meski angka 15 kecil, namun hal itu menunjukkan komitmen yang jelas dan memberikan inspirasi untuk bekerja sama, oleh karena itu kami berterima kasih kepada BCA.”
BCA juga berencana memimpin desa wisata tersebut untuk mengikuti ITB Berlin 2025. Pada Juni 2024, BCA bahkan akan memperluas akses pasar ke lima desa wisata dengan bantuan Bali Beyond Tourism Fair (BBTF).
“Jadi ini adalah bentuk komitmen BCA untuk memberikan _pemberdayaan_ kepada desa wisata, membuktikan bahwa ADWI tidak berhenti sampai disitu saja, namun ADWI terus melakukan promosi, pengembangan, termasuk bermitra dengan BCA,” kata Nia.
Sementara itu, kerja sama dengan BMKG mencakup penyusunan prakiraan cuaca berbasis dampak dan rekomendasi kegiatan perjalanan bagi wisatawan dan industri pariwisata. Proyek percontohan akan dilakukan di Labuan Bajo, Northern Territory.
Selain itu, kerja sama dengan Grab telah menciptakan fitur Grab Safety Center yang menyediakan halaman berisi berbagai informasi lengkap, seperti kontak darurat, daftar alamat kantor polisi dan kedutaan besar, rumah sakit, dan lain-lain, yang dapat digunakan pengunjung saat acara berlangsung. keadaan darurat ketika hal itu terjadi. Menyusul Bali dan Jakarta, fitur tersebut rencananya akan digulirkan di Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Batam.
“Kami tidak ingin terjadi apa-apa, tapi jika terjadi, ada langkah yang bisa kami lakukan,” kata Niya (Ahmed Iksan).