Kementerian Perdagangan mengundang pelaku industri untuk mendaftarkan karyanya ke GDI

Kementerian Perdagangan mengundang pelaku industri untuk mendaftarkan karyanya ke GDI

Kementerian Perdagangan meresmikan cabang Indonesia Design and Development Center (IDDC) 2026 pada acara tersebut Pameran Furnitur Internasional Indonesia 2026. Stan tersebut hadir sebagai upaya pemerintah memfasilitasi para pelaku industri furnitur dan produk kreatif untuk mendaftarkan karya terbaiknya pada Kompetisi Good Design Indonesia (GDI) 2026.

Peserta GDI 2026 dapat mendaftar langsung pada saat pameran pada tanggal 5 hingga 8 Maret 2026: Konvensi dan Pameran Indonesia BSD CityKabupaten Banten-Tangerang.

Direktur, Departemen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Fajarini Punto DeviDikatakan bahwa kehadiran booth IDDC di IFEX merupakan strategi “ball-picking” yang bertujuan untuk menjaring lebih banyak pelaku usaha yang siap memasuki pasar global. Ia mengatakan, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya memperkuat desain produk Tanah Air dan meningkatkan daya saing ekspor furnitur dan produk kreatif.

“Langkah ini dilakukan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri di pasar global dan memperluas akses pasar ekspor,” kata Puntodewi saat meninjau tempat pendaftaran GDI di booth IDDC, Kamis, 5 Maret 2026.

Puntodewi menjelaskan, IFEX dipilih sebagai pendorong pembukaan pendaftaran GDI 2026 karena merupakan salah satu pameran furnitur terbesar di Asia. Pameran ini diyakini dapat memberikan paparan yang sesuai bagi GDI karena mempertemukan produsen furnitur, desainer, eksportir, dan pembeli internasional dalam satu platform bisnis.

“Kehadiran booth IDDC 2026 di IFEX tidak hanya sebagai sarana promosi, namun juga memperluas partisipasi industri furnitur, desainer, serta usaha kecil, menengah, dan mikro dalam ekosistem desain nasional.” Dia berkata.

Pada IFEX 2026, booth IDDC yang berlokasi di Area Nusantara N-13B memamerkan berbagai produk peraih Good Design Indonesia Award serta karya Indonesia yang diakui di ajang desain internasional. Ini termasuk Format’s Plus System, yang memenangkan GDI Design of the Year Award dan G-Mark 2025 Award, kursi susun Kidul dari Pring Studio (GDI Good Design dan G-Mark 2023), dan Robries Polymer Sheet, yang memenangkan GDI Best Design Award dan G-Mark Award 2025.

Selain itu juga dihadirkan bangku Nefoline dari Conture Concrete Laboratory (GDI Good Design dan G-Mark 2024), serta tiga produk dari Bell Living yaitu coffee table Natura (GDI Good Design 2025), Kalpa (Best Design dan G-Mark 2024) dan M-Tex pemenang GDI Design of the Year dan G-Mark 2024.

Kementerian Perdagangan telah membuka pendaftaran GDI 2026 untuk jangka waktu tiga bulan, yaitu 5 Maret hingga 5 Juni 2026. Pelaku usaha dan desainer dapat mendaftarkan produk premiumnya secara online melalui situs resmi IDDC.

Kompetisi ini memiliki enam kategori desain: barang konsumsi dan gaya hidup; produk rumah tangga, peralatan dan komponen interior; produk elektronik dan teknologi; produk industri, manufaktur dan medis; produk furnitur dan peralatan rumah tangga; dan produk mobilitas dan transportasi.

GDI tahun ini mempunyai tema “Desain yang Baik – Dampak yang Baik: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Berketahanan”. Tema ini menekankan pentingnya desain yang tidak hanya inovatif tetapi juga berkelanjutan dan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan industri.

Punto Devi mengatakan: “Kami berharap dapat mengkurasi semakin banyak karya desain nasional yang bernilai tambah tinggi sehingga mampu bersaing di pasar global melalui GDI, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk kreatif yang berdaya saing.”

Ia menambahkan, industri furnitur merupakan komoditas manufaktur berbasis sumber daya alam yang memiliki potensi ekspor yang sangat besar, apalagi jika dipadukan dengan penguatan desain sebagai sumber daya saing produk.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor furnitur Indonesia mencapai US$1,82 miliar pada tahun 2025. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat, disusul Uni Eropa dan Asia Timur. Pada saat yang sama, volume perdagangan furnitur dunia mencapai sekitar 200,99 miliar dollar AS, dan pangsa Indonesia masih berkisar 0,9%.

“Data ini menunjukkan peluang ekspor masih besar. Dengan memperkuat desain, inovasi produk, dan kualitas, furnitur Indonesia mempunyai ruang yang cukup untuk meningkatkan pangsa pasar dan memantapkan posisinya sebagai pemasok furnitur dunia,” kata Puntodewi.

Salah satu peserta IFEX, Farhan dari Marketing Repair Project, mengaku tertarik mengikuti GDI karena perusahaannya masih tergolong baru. Ia berharap kompetisi ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memberikan masukan dari para juri.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, GDI telah bermitra dengan Penghargaan Desain Bagus Jepang (G-Mark)salah satu penghargaan desain tertua di dunia. Melalui kerja sama ini, GDI berkembang menjadi parameter kualitas desain nasional yang mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan inovasi, keberlanjutan, dan nilai tambah produknya.

Hingga saat ini, sekitar 60 produk pemenang penghargaan GDI juga telah memenangkan Japan Good Design Award. Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya pengakuan dunia terhadap kualitas desain Indonesia.

Puntodewi mengatakan GDI juga memperluas jaringan internasionalnya melalui kerjasama baru dengan: Penghargaan Desain Pin Emas Dari Taiwan. “Kolaborasi ini memberikan kesempatan kepada desainer dan pelaku usaha Indonesia untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi desain Indonesia di ekosistem desain internasional,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ali Satriyamenambahkan bahwa GDI merupakan alat untuk memperkuat kualitas desain produk Indonesia sekaligus memperluas pengakuan internasional terhadap desain tanah air.

“Pasar global saat ini memiliki tuntutan terhadap produk yang semakin tinggi, yang tidak hanya harus berkualitas, namun juga memiliki desain yang inovatif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan desain menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” kata Ali.

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *