Pemerintah menyatakan optimisme bahwa kemiskinan ekstrem dapat diturunkan menjadi nol pada tahun 2026. Keyakinan tersebut didasari oleh signifikannya angka kemiskinan yang dicapai selama dua tahun terakhir melalui berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Data tersebut disampaikan dalam rapat peninjauan pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 yang dipimpin Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Abdul Muhaymin Iskandar Senin (27 April 2026) di Jakarta.
Antara Maret 2024 hingga September 2025, pemerintah mencatat 1,36 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem. Angka kemiskinan ekstrim turun dari 1,26% menjadi 0,78%, yang setara dengan pengurangan jumlah penduduk dari 3,56 juta menjadi sekitar 2,2 juta.
“Kami akan menyinkronkan proyek-proyek yang berfokus pada perlindungan sosial dan bantuan langsung agar berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan dan energi,” kata Muhaymin.
Beberapa program pemerintah juga membuahkan hasil positif. Bantuan sosial mencakup 8,56 juta rumah tangga miskin, dan mencapai sekitar 93,6% dari total target. Selain itu, sekitar 2 juta orang terlibat dalam proyek padat karya dan jumlah yang sama menerima pendanaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam hal layanan dasar, pemerintah mencatat 99,4% jalan memiliki fasilitas sanitasi dan lebih dari 82,3% desa memiliki akses terhadap pendidikan dasar.
Muhaimin menegaskan, tujuan pengentasan kemiskinan ekstrem memerlukan kebijakan yang konsisten dan upaya bersama dari berbagai kementerian, komisi, dan lembaga. “Targetnya nol pada tahun 2026, sehingga perlu fokus pada hasil aktual,” ujarnya.
Pada pertemuan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rivki Hassia Dijelaskan kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam pengentasan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, terutama bagi generasi muda.
Riefky mengatakan ekonomi kreatif dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif enam heliks untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia mengatakan lapangan kerja baru yang tercipta di sektor ini telah melampaui target tahun 2025.
“Kami akan terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif di setiap daerah melalui proyek-proyek terpadu agar masyarakat lancar bersekolah,” ujarnya.
Beberapa menteri, termasuk Menteri Sosial, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut Saifra YusufMenteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Maman Abdulrahmandan Menteri Agama Naseeruddin Umardan tingkat Kabinet Merah Putih lainnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
